Reaksi Redoks

Minggu, 29 April 2018


Bilangan Oksidasi
Aturan-aturan Untuk Menentukan Bilangan Oksidasi
1)       Unsur bebas mempunyai bilangan oksidasi  = 0
Contoh : bilangan okidasi H, N dan Fe berturut-turut dalam H2, N2 dan Fe = 0
2)       Flourin, unsur yang paling elektronegatif dan membutuhkan tambahan 1 elektron, mempunyai bilangan oksidasi -1 pada semua senyawanya
3)       Bilangan oksidasi unsur logam selalu bertanda positif. Bilangan oksidasi beberapa unsur logam adalah sebagai berikut :
Al  = +3                                                   Fe = +2 dan +3
Zn = +2                                                  Hg = +1 dan +2
Ag = +1                                                  Cu = +1 dan +2
Sn = +2 dan +4                                     Au = +1 dan +3
Pb = +2 dan +4                                     Pt = +2 dan +4
Golongan I A ( Alkali ) = +1
Golongan II A ( Alkali Tanah ) = +2
Penulisan bilangan oksidasi dan muatan ion dibedakan sebagai berikut :
Bilangan oksidasi dinyatakan dengan menuliskan tanda muatan terlebih dahulu, baru besar muatan.
Contoh : +2, -1 dan +3
Sementara itu, mauatan ion dinayakan dengan penulisan besar muatannya lebih dahulu, baru jenis muatannya.
Contoh : Mg2+, S2- dan F-
4)       Bilangan oksidasi suatu unsur dalam suatu ion tunggal sama dengan muatannya.
Contoh :
                                Bilangan oksidasi Fe dalam ion Fe3+ = +3
                                Bilangan oksidasi S dalam ion S2- = -2
5)       Bilangan oksidasi H umumnya = +1, kecuali dalam
Contoh :
                                Bilangan okisdasi H dalam HCl, H2O dan NH3 = +1
                                Bilangan oksidasi H dalam NaH dan BaH2 = -1 
6)       Bilangan oksidasi O umumnya = -2
Contoh :
                                Bilangan okisdasi O dalam H2O dan MgO = -2
Kecuali,
Bilangan oksidasi O dalam F2O = +2
Bilangan oksidasi O dalam peroksida, seperti H2O2 = -1
Bilangan oksidasi O dalam superoksida, seperti KO2 = -1/2
Bilangan oksidasi O dalam senyawa terner selalu = -2
Bilangan oksidasi O dalam senyawa biner belum tentu = +2
7)       Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam suatu senyawa = 0
Contoh :
Dalam H2SO4 ; ( 2 x b.o H ) + ( b.o S ) + ( 4 x b.o H ) = 0
b.o = bilangan oksidasi
8)       Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur  dalam suatu ion poliatom = muatannya
Conto :
Dalam S2O32- ; ( 2 x b.o S ) + ( 3 x b.o O ) = -2

Share

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 SMKN 6 TANJABTIMUR
Distributed By My Blogger Themes | Design By Herdiansyah Hamzah